Wednesday, December 31, 2008

In Memoriam Aboe Bakar bin Abdul Azis (7 Hr)

Rabu, 31 Desember 2008, 7 (tujuh) hari setelah dipanggil menghadap keharibaan Allah SWT dengan penuh kasih sayang suami, eyang, buyut, bapak, mertua dan kakak kami Aboe Bakar bin Abdul Azis, masih terasa suasana kehilangan. Rasa kehilangan yang masih dirasakan oleh sebagian besar keluarga besarnya. Terutama Isteri, Ibu dan eyang Eny Fatma binti Abdurrahman, raut wajah kehilangan yang ditutupi dengan ketegaran karena sudah melakukan yang terbaik buat Aboe Bakar bin Abdul Azis selama hidup, sakit hingga Malaikat Izrail menjemputnya. Namun kami sudah sepakat menyatakan kehikhlasan ditinggal menghadap Allah SWT yang Maha Pencipta, dan yang memiliki Kuasa atas Hidup dan Mati.

Semua dzat yang hidup pasti akan mati dan kembali kepada Dzat yang memiliki Hidup, Ya Allah.. ampunilah dosa yang disengaja maupun tidak disengaja yang pernah dilakukan oleh suami, eyang, buyut, bapak, mertua dan kakak kami Aboe Bakar bin Abdul Azis, tempatkanlah beliau ditempat yang terbaik disisi-Mu. Berikanlah keluarga kami yang ditinggalkan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang engkau berikan. Cinta kami kepada-Mu ya Allah dan Rasul-Mu Muhammad SAW, tidak akan tergantikan terhadap cinta kami kepada makhlukmu... namun, perkenankan ya Allah kami menyatakan rasa cinta kepada suami, eyang, buyut, bapak, mertua dan kakak kami Aboe Bakar bin Abdul Azis sebagai bukti bakti kami seorang isteri, cucu, anak dan adik dari seorang Aboe Bakar.

Ya Allah, berkahilah dengan keagungan Rahmat, Hidayah dan Inayah-Mu perjalanan hidup kami tanpa kehadiran figur yang menjadi suri tauladan didalam keluarga kami. Amin..[cht]



Friday, December 26, 2008

Terima Kasih

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innalillahi wainnaailaihi raaji'un...

Yang kami hormati :
Bapak Ibu Pejabat Eselon I, II, III, IV beserta Staf di lingkungan BPSDM Hukum & HAM, Sekretariat Jenderal dan Ditjen Imigrasi, Provost Polda Metro Jaya, Garnisun, Batalion Bekang, PAMDEP Departemen Hukum dan HAM RI (Purwandani HP, Yongki Edward Majakirto, Hendrik, temen2 BPSDM Hukum & HAM, dkk) dan banyak lagi pihak yang tidak dapat kami sebut satu persatu.

Pertama-tama, kami atas nama Keluarga Besar Letkol CIN (Purn) Aboe Bakar bin Abdul Azis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas curahan pikiran, tenaga dan material terutama saat suami, buyut, eyang, bapak, mertua, kakak kami sakit, saat-saat menghembuskan nafas terakhir dikarenakan sakit (Kamis, 25 Desember 2008 pukul 15.40 wib), hingga proses pemakaman di TMP Kalibata - Jakarta.

Kami sangat menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam hal pelayanan akomodasi dan konsumsi kepada hadirin pelayat dan juga masalah koordinasi dengan pihak protokol garnisun, pasukan jaga malam dan pasukan kehormatan. Oleh karena itu, kami atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak serta tidak ada balasan apapun yang lebih baik atas keikhlasan dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian, kecuali teriring do'a agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses kegiatan tersebut diatas mendapatkan anugerah kesehatan, kemurahan rejeki dan ganjaran dari Allah SWT, sesuai dengan amal ibadahnya. Amin. Sekali lagi, kurang dan lebihnya kami ucapkan terima kasih.

Wabillahitaufiq wal hidayah wassalaamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. [cht]

Keluarga Besar
Alm. Letkol CIN (Purn) Aboe Bakar bin Abdul Azis
Jl. Pulomas Barat X/17 - Jakarta Timur 13210





Wednesday, December 24, 2008

Selamat Tahun Baru


Saudara-saudara dan Temen-temenku yang terhormat dan saya cintai... saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi 2009 dan Selamat Tahun Baru Islam 1430 Hijriyah, semoga di Tahun Baru anda semua selalu diberikan kesehatan, kemurahan rejeki serta kesuksesan dalam berkarir oleh Allah Subhanahu wata'ala... Amin.. dan tetap semangat...!! [cht]





Sunday, December 21, 2008

Kehumasan 2008










Kata temen-temen, baru Diklat ini anggotanya (peserta) gak ada yang nyanun... alias bete dan nge-betein... SENYUM semua.... DAN gila.. hampir tiap malam ada kegiatan entertainment... sampai akhirnya kita merasakan waktu yang kurang untuk Diklat ini... tapi sungguh bukan itu yang menyebabkan kita menjadi betah... tapi memang Diklat ini menyenangkan dan apalagi ANGGOTAnya... wuih... pasti pada kagak lupa kan.... selamat deh, mudah2an semua temen2ku yang di Pusat dan Daerah pada Sukses dalam berkarir ye... amin... Salam untuk keluarga semua... [cht]





Mekanisme Perencanaan Program Diklat

(TKA - Bab III, 2008) Dalam melakukan analisis kebutuhan individu akan pelatihan, pimpinan perlu menilai faktor-faktor apa yang mendorong perlunya suatu program pelatihan. Umpan balik dari hasil penilaian kinerja merupakan salah satu sumber informasi internal tentang apakah pelatihan bagi individu atau kelompok tertentu diperlukan saat ini.

Penentuan kebutuhan-kebutuhan pelatihan menurut Henry Simamora (1999) memerlukan tiga tipe analisis :

Analisis organisasional
Analisis organisasional (organizational analysis) adalah pemeriksaan jenis-jenis permasalahan yang dialami organisasi dan dimana permasalahan itu berada di dalam perusahaan. Analisis organisasional mencoba menjawab pertanyaan dimana sebaiknya dilakukan titik berat pelatihan di dalam perusahaan dan faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi pelatihan.

Analisis operasional
Analisis Operasional (operational analysis) adalah proses menentukan perilaku-perilaku yang dituntut dari pemegang jabatan dan standar-standar kinerja yang mesti dipenuhi. Analisis operasional sangat tergantung pada kemampuan seorang ahli untuk menentukan perilaku-perilaku yang tepat dan kuantitas serta kualitas perilaku-perilaku tersebut untuk melaksanakan sebuah pekerjaan.

Analisis personalia
Analisis personalia (Personnel analysis) mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan-kebutuhan kerja dan organisasi yang teridentifikasi dengan karakteristik-karakteristik dari masing-masing karyawan. Perbedaan antara kinerja yang diharapkan dengan kinerja sesungguhnya adalah kebutuhan pelatihan individu. Standar kinerja, yang ditentukan dalam tahap analisis operasional merupakan kinerja yang diinginkan. Data kinerja individu, nilai diagnostik karyawan oleh penyelia mereka, catatan-catatan kinerja yang disimpan karyawan dalam formulir harian mereka, survai sikap, wawancara, atau tes dapat menyodorkan informasi tentang kinerja aktual terhadapnya setiap karyawan dapat dibandingkan dengan tolok ukur-tolok ukur kinerja yang dikehendaki. Kesenjangan antara kinerja aktual dan yang diinginkan dapat diisi oleh pelatihan. [cht]